Agama Dan Politik




Agama dan politik merupakan dua pembahasan yang tak pernah selesai jika dibahas, kedua hal ini memegang peranan penting dalam setiap sendi kehidupan baik individu, masyarakat, maupun negara. Agama ada untuk mengatur dan mengikat setiap umat begitupun dengan politik.

Realitanya dalam kehidupan berbangsa dua trending topik ini selalu menuai kontrofersi, pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul dalam benak masyarakat, opini bertubi-tubi selalu dilontarkan. Apakah agama bisa mengatur kehidupan politik?.

Indonesia adalah negara dengan masyarakat pemeluk islam terbesar didunia tentu agama haruslah menjadi bagian penting dalam pembentukan garda negara. Fakta sejarah membuktikan bahwa dibalik kemerdekaan Indonesia yang sudah dirasakan selama 73 tahun ada peran besar agama didalamnya. Jangan pernah lupakan sejarah bahwa langtunan Allahu Akbarlah yang mengiringi gencatan-gencatan senjata dan menjadi pembangkit gairah semangat para pejuang yang membara.

Pemisahan agama dari kehidupan (sekuler) merupakan akar masalah yang akan menghasilkan banyak problematika dan ketimpangan sosial dalam masyarakat, karena agama adalah pembentuk moral jika negara menghilangkan peran agama maka negara akan menyaksikan generasi yang materialistik, rakus, dan terobsesi dengan dunia. Jika sudah seperti ini maka keadilan dan kesejahteraan  hanya akan menjadi perundingan.

Agama adalah ruh dalam jasad perpolitikan keduanya akan bekerja beriringan sehingga akan menghasilkan sumbangsih yang besar, simbiosis mutualisme merupakan tujuan dari pembentukan politik yang  beragama.

Prof Mahfud MD mengatakan bahwa Indonesia bukanlah negara agama dan juga bukan negara sekuler tetapi religions nation state atau negara kebangsaan yang berketuhanan. Ini menegaskan bahwa walaupun  Indonesia negara mayoritas islam namun islam bukan acuan dasar dalam pembentukan sistem pemerintahan, dan tidak memiliki andil dalam menetapkan peraturan, begitu miris dan disayangkan politisi negara menutup mata dari sejarah yang terpampang bahwa pancasila yang diagungkan sebagai dasar negara berasal dari rahim islam.

Jika negara menjadikan agama sebagai utopis belaka maka setiap janji kemerdekaan, kesejahteraan, keadilan sosial, kemanusiaan, hanya akan menjadi mimpi indah yang tak pernah nyata dirasakan, ini adalah pembohongan yang besar.

Indonesia yang katanya negara berketuhanan sangat tidak pantas jika agama hanya digunakan sebagai alat dan tunggangan menuju kekuasaan, dengan dalil agama segala negosiasi terlaksana ujungnya hanya mencari kepuasan dunia. Lantas dimanakah moralitas bangsa yang berketuhanan ini? Jika agama yang merupakan bagian terpenting tidak dijadikan sebagai acuan maka bagaimana revolusi pembangunan dapat terjadi?

Islam memiliki aturan yang sempurna karena kesempurnaan inilah maka islam layak menjadi satu-satunya agama yang masuk dalam tiga ideologi raksasa dunia. Islam tak sebatas agama doktrin atau tradisi namun islam bersifat ijmali (global), pembahasan islam mencangkup  setiap limit kehidupan bukan hanya mengatur urusan privasi (ibadah) seorang hamba dengan Tuhannya. Islam mengatur bagaimana cara membentuk pemerintahan yang kondusif.

Politik islam akan mewujudkan negara super power (adidaya) yang mandiri secara finansial tanpa harus menjadi benalu pada negara lain. Sumber daya alam akan dikelolah sendiri oleh negara, sehingga memutuskan rantai kemiskinan dan penderitaan rakyat. APBN akan menjamin kesejahteraan rakyat, hasil alam negara tidak akan dicuri apalagi dinikmati secara gratis oleh negara lain.

Khilafah islamiyah yang pernah eksis memimpin 2/3 dunia selama 13 abad telah membuktikan segala akses kehidupan terlaksana dengan baik, rakyat tidak menjadi budak dinegara sendiri. Dengan khilafah, politik islam akan membentuk pemerintahan yang beradab dan berkarakter dengan islam sebagai dasar negara.


@Cnh.R

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Politik Sampah Dan Sampah Politik

Kehancuran Demokrasi

TIPS MENGHADAPI SELEKSI MASUK PTN